Sekali kali, sempatkanlah keluar rumah di waktu pagi, sebelum matahari memancarkan sinar pertamanya. Perhatikanlah kondisi alam semesta ini.
Ya.. waktu pagi adalah waktu dimulainya segala aktifitas. Lihatlah burung blekok yang mulai keluar sarang untuk kembali berburu lahan yang penuh precil. Emprit mulai keluar dari sarang dan bertengger di sela sela batang padi yang masih berembun, Burung prenjak dan ciblek mulai ribut, mencari makanan sekalian berkicau riangi menarik lawan jenisnya. Rendeng (daun kacang), manding, putri malu, kelor.. mulai memekarkan daun daunnya setelah semalaman menguncup menahan dingin. Dan percaya atau tidak, waktu tersebut adalah waktu dimana ikan-ikan dalam kondisi paling lapar, sehingga sangat mudah memancing ikan di waktu pagi, sebelum matahari terbit. , kecuali beberapa binatang malam yang justru sedang masuk kesarangnya kembali dan itupun memiliki fungsi tersendiri sebagai penjaga keseimbangan ekosistem.
Ya..adalah sunnatullah ketika pagi adalah waktu dimulainya segala aktifitas makhluk di bumi ini . Oleh karena itu, tidur diwaktu - waktu ini selalu dianggap sebagai simbol kemalasan dan kelemahan. Saya mengecualikan manusia manusia hebat yang memang memiliki fungsi spesial dan kemampuan lebih untuk terjaga dimalam hari seperti sopir angkutan malam, satpam dan pekerjaan hebat lainnya yang menuntut terjaga di malam hari.
Tidur sesudah subuh, selalu dianggap tercela karena secara naluriah dianggap melawan harmoni alam semesta.
Tapi entah mengapa, tidur diwaktu waktu ini selalu terasa sangat nikmat, tetapi memiliki effek berupa rasa malas luar biasa, dan jauh dari rasa segar dibadan. Mungkin itulah ujian.
19 Januari, 2010
18 September, 2009
Selamat tinggal bulan ramadhan
Ditengah terik yang membakar, peluh menyeruak pori-pori, kita meresak jiwa menikmati sejuknya puasa, "Ajruki 'ala qadri nashabik", pahalamu sesuai dengan kadar payahmu. Adakah hari dimana sepoian lembut angin terasa begitu nikmat? adakah waktu dimana syetan dibelenggu, pintu syurga dibuka dan neraka disegel..hingga setiap hirupan nafas terasa mengandung kesholihan??
Ramadhan..malam malam yang ditingkahi syahdu kalam illahi..kecuali kita adalah syetan dalam bentuk manusia. Alangkah indahnya hari hari itu. Saat sholat tahajud, atau qiyamullail..atau qiyamurramadhan...atau tarawih..benar benar menghidupkan. Saat kita begitu rajin, hingga kokok ayampun kalah oleh alarm hape yang kita setel.
Lalu kita menjadi "AL Mustaghfiniira bil ashaar"..orang yang menghiba diwaktu sahur. Kemudian kita berlomba mendapatkan berkah dari buka bersama.... takjilan yesss!!!
Siang itu..betapa berhati hatinya kita, karena ALlah tidak butuh lapar dan hausnya lisan lisan yang terus berdusta, menggunjing dan kesana kemari menabur kesia siaan. BEtapa hati hatinya kita, karena ini adalah ibadah rahasia, yang hanya ALlah dan kita yang tahu. Lalu...adakah kalimat syukur yang terucap begituuu ikhlas..ketika tetesan air pertama kali membasahi kerongkongan... laka shumtu ya rabbi..wabika amantu..
Disaat keriuk membunyi lambung, diwaktu misik mewangi mulut, dan payah bertambah tambah...kita harapkan panggilan dari arroyan..sebagai pembalasan dari Allah..bagi orang orang yang berpuasa dibulan ini.
Dan keindahan itu akan segera berakhir...semoga kita masih diberi umur panjang, untuk bertemu ramadhan kembali...di tahun depan...amiieeeen
Ramadhan..malam malam yang ditingkahi syahdu kalam illahi..kecuali kita adalah syetan dalam bentuk manusia. Alangkah indahnya hari hari itu. Saat sholat tahajud, atau qiyamullail..atau qiyamurramadhan...atau tarawih..benar benar menghidupkan. Saat kita begitu rajin, hingga kokok ayampun kalah oleh alarm hape yang kita setel.
Lalu kita menjadi "AL Mustaghfiniira bil ashaar"..orang yang menghiba diwaktu sahur. Kemudian kita berlomba mendapatkan berkah dari buka bersama.... takjilan yesss!!!
Siang itu..betapa berhati hatinya kita, karena ALlah tidak butuh lapar dan hausnya lisan lisan yang terus berdusta, menggunjing dan kesana kemari menabur kesia siaan. BEtapa hati hatinya kita, karena ini adalah ibadah rahasia, yang hanya ALlah dan kita yang tahu. Lalu...adakah kalimat syukur yang terucap begituuu ikhlas..ketika tetesan air pertama kali membasahi kerongkongan... laka shumtu ya rabbi..wabika amantu..
Disaat keriuk membunyi lambung, diwaktu misik mewangi mulut, dan payah bertambah tambah...kita harapkan panggilan dari arroyan..sebagai pembalasan dari Allah..bagi orang orang yang berpuasa dibulan ini.
Dan keindahan itu akan segera berakhir...semoga kita masih diberi umur panjang, untuk bertemu ramadhan kembali...di tahun depan...amiieeeen
05 Juli, 2009
Jangan Dekati Miras!!!
Waktu saya terdampar di pedalaman kalimantan dulu, saya pernah ditawari minuman yang terbuat dari nira pohon aren yang sudah difermentasi. Orang sana menyebutnya tuak. Baru saja saya mengangkat gelas, aroma yang tercium sudah membuat perut saya mual. Baunya mirip mirip bahan bakar petromax dicampur tai kuda. Dan alhamdulillah sampai saat ini, saya belum pernah sekalipun mengicipi minuman keras.
Secara logika, meminum minuman beralkohol untuk daerah tropis adalah tindakan bodoh dan irasional. Mungkin agak sedikit lain dengan negara negara dengan 4 musim yang menggunakan minumal beralkohol sebagai penghangat tubuh. Itupun mereka segera menyadari bahayanya untuk pencernaan dan hati (liver) sehingga sampai bela belain mengekspansi daerah sumber rempah rempah hanya dengan tujuan mencari penghangat tubuh yang aman untuk kesehatan.
Mabuk minuman keras hanya akan membuat orang menjadi hilang akal, tolol, dan bau!!! seperti kisah yang akan saya ceritakan berikut ini..
Pada suatu malam, saya menyempatkan diri untuk nongkrong di angkringan dekat terminal jombor sekedar untuk minum segelas susu jahe dan makan "moto maling" (kulit melinjo yang digoreng). Tiba tiba saja ada orang dengan bau khas alkohol datang, dan dari cara berjalannya, orang langsung bisa menebak kalau dia sedang teler. Sepertinya orang tersebut adalah kernet angkot.
Orang itu memesan segelas susu jahe dan makan beberapa bungkus kacang.
Kejadian berikutnya adalah seperti anggapan semula, bahwa orang mabuk akan menjadi tolol
Orang tersebut bertanya pada penjual "mbak, pinten??" (mbak, berapa?)
penjual, "2500 mas"
kemudian orang itu membayar dan meneruskan makan kacang bungkus.
Beberapa menit kemudian orang tersebut kembali bertanya "mbak pinten?"
nah..untuk membuktikan analisis saya bahwa orang mabuk akan menjadi tolol, saya segera memberi isyarat pada mbak penjual untuk menerima kembali uang bayarannya
Penjual "2500 mas"
nah..tolol kan??? mas pemabuk yang merasa perkasa karena mabuk itu membayar 2 kali untuk minuman yang dia minum sekali!!
ternyata hal tersebut terulang kembali!!
"mbak pinten?"
"2500 mas"
"mbak pinten"
"2500 mas"
saya hitung...mas pemabuk tadi membayar minumannya sampai 11 kali untuk satu gelas susu jahe.
Sesudah membayar 11 kali minumannya, orang tersebut tiba tiba ngeloyor pergi sambil berteriak..menyanyikan lagunya mbah surip "TAK GONDHENG!!!!..KEMANA MANA!!!"
Gerrrr... semua orang yang beli di angkringan tertawa ngakak. Udah bayarnya 11 kali..eh nyanyi kok ya kebalik. Dasar mabuk!!!
terbuktilah sudah analisis saya. bahwa minuman keras memang bikin orang jadi tolol.
Secara logika, meminum minuman beralkohol untuk daerah tropis adalah tindakan bodoh dan irasional. Mungkin agak sedikit lain dengan negara negara dengan 4 musim yang menggunakan minumal beralkohol sebagai penghangat tubuh. Itupun mereka segera menyadari bahayanya untuk pencernaan dan hati (liver) sehingga sampai bela belain mengekspansi daerah sumber rempah rempah hanya dengan tujuan mencari penghangat tubuh yang aman untuk kesehatan.
Mabuk minuman keras hanya akan membuat orang menjadi hilang akal, tolol, dan bau!!! seperti kisah yang akan saya ceritakan berikut ini..
Pada suatu malam, saya menyempatkan diri untuk nongkrong di angkringan dekat terminal jombor sekedar untuk minum segelas susu jahe dan makan "moto maling" (kulit melinjo yang digoreng). Tiba tiba saja ada orang dengan bau khas alkohol datang, dan dari cara berjalannya, orang langsung bisa menebak kalau dia sedang teler. Sepertinya orang tersebut adalah kernet angkot.
Orang itu memesan segelas susu jahe dan makan beberapa bungkus kacang.
Kejadian berikutnya adalah seperti anggapan semula, bahwa orang mabuk akan menjadi tolol
Orang tersebut bertanya pada penjual "mbak, pinten??" (mbak, berapa?)
penjual, "2500 mas"
kemudian orang itu membayar dan meneruskan makan kacang bungkus.
Beberapa menit kemudian orang tersebut kembali bertanya "mbak pinten?"
nah..untuk membuktikan analisis saya bahwa orang mabuk akan menjadi tolol, saya segera memberi isyarat pada mbak penjual untuk menerima kembali uang bayarannya
Penjual "2500 mas"
nah..tolol kan??? mas pemabuk yang merasa perkasa karena mabuk itu membayar 2 kali untuk minuman yang dia minum sekali!!
ternyata hal tersebut terulang kembali!!
"mbak pinten?"
"2500 mas"
"mbak pinten"
"2500 mas"
saya hitung...mas pemabuk tadi membayar minumannya sampai 11 kali untuk satu gelas susu jahe.
Sesudah membayar 11 kali minumannya, orang tersebut tiba tiba ngeloyor pergi sambil berteriak..menyanyikan lagunya mbah surip "TAK GONDHENG!!!!..KEMANA MANA!!!"
Gerrrr... semua orang yang beli di angkringan tertawa ngakak. Udah bayarnya 11 kali..eh nyanyi kok ya kebalik. Dasar mabuk!!!
terbuktilah sudah analisis saya. bahwa minuman keras memang bikin orang jadi tolol.
17 April, 2009
Orgasme Ghozilla
#kisah 1
Disebuah kuliah teknik lingkungan yang di ampu oleh salah satu dosen terkenal dengan jam terbang cukup tinggi, sang dosen memberikan materi tentang pengolahan air limbah secara komunal. Paparan Sang dosen begitu menarik menerangkan tentang pentingnya tanki septik komunal yang meliputi beberapa rumah, kendala kendala, keuntungan dan tentu saja cara kerja tanki septik komunal tersebut.
Sang dosen menerangkan bahwa masa tinggal material padat dari toilet rumahan adalah tiga hari, selama tiga hari, material padat tersebut (baca tinja), akan melalui suatu proses pembusukan yang kemudian di alirkan ke dalam peresapan.
"Selama tiga hari, material padat akan mengalami proses pembusukan. Material padat akan diolah oleh mikro-Orgasme dan menjadi material cair yang memenuhi persyaratan air limbah buangan. Oleh karena itu, pengguna kamar mandi dilarang membuang air deterjen atau air sabun bekas mandi ke dalam toilet, karena akan membunuh Orgasme dan mengakibatkan tanki septik tidak berfungsi maksimal"..
Saya yang kebetulan mengikuti kuliah tersebut otomatis menahan ketawa sampai perut saya sakit, hampir saja keluar ketawa bekakakan dari mulut saya. Saya perhatikan teman teman sekelas..semua konsentrasi mengikuti kuliah sang dosen, tanpa menyadari bahwa sang dosen telah salah mengucapkan "Organisme" menjadi "Orgasme" wahahahahahahahahahahaa
#Kisah 2
Khutbah jum'at berjalan dengan khusuk, Sang Khatib memberikan khutbah tentang manajemen hati dengan bersemangat. Para jamaah terlihat mengikuti dengan menunduk.. kebanyakan mereka mungkin mengantuk dan berdoa khutbah jum'at segera selesai.
Saya sendiri memperhatikan isi khutbah dengan serius. Berharap ada ilmu yang bisa saya amalkan untuk kehidupan ini. Dan materi manajemen hati memang begitu menarik..
Sang khatib meneruskan khutbahnya yang baru berjalan 5 menit "Miturut kitab Ihya' Ulumuddin karanganipun Imam Ghozila..." (menurut kitab Ihya' Ulumuddin karangan Imam Ghozila..)
Hal itu terulang lagi.... Kembali saya menahan tertawa sampai perut saya sakit, dan kembali saya memperhatikan jamaah jum'at di sekeliling saya. Mereka seperti tidak terganggu, atau mungkin juga sedang tertidur lelap, tanpa menyadari bahwa Sang Khatib telat salah mengucap "Ghozali" menjadi "Ghozila".
Ah..lidah memang tak bertulang, begitu mudahnya lidah ini berbicara yang kadang kadang tanpa makna. Padahal sekali lidah berucap, tidak akan bisa ditarik kembali, berbeda dengan posting di blog, sebelum di publish masih bisa kita edit terlebih dahulu.
Hati hatilah dalam berbicara saudaraku...
Disebuah kuliah teknik lingkungan yang di ampu oleh salah satu dosen terkenal dengan jam terbang cukup tinggi, sang dosen memberikan materi tentang pengolahan air limbah secara komunal. Paparan Sang dosen begitu menarik menerangkan tentang pentingnya tanki septik komunal yang meliputi beberapa rumah, kendala kendala, keuntungan dan tentu saja cara kerja tanki septik komunal tersebut.
Sang dosen menerangkan bahwa masa tinggal material padat dari toilet rumahan adalah tiga hari, selama tiga hari, material padat tersebut (baca tinja), akan melalui suatu proses pembusukan yang kemudian di alirkan ke dalam peresapan.
"Selama tiga hari, material padat akan mengalami proses pembusukan. Material padat akan diolah oleh mikro-Orgasme dan menjadi material cair yang memenuhi persyaratan air limbah buangan. Oleh karena itu, pengguna kamar mandi dilarang membuang air deterjen atau air sabun bekas mandi ke dalam toilet, karena akan membunuh Orgasme dan mengakibatkan tanki septik tidak berfungsi maksimal"..
Saya yang kebetulan mengikuti kuliah tersebut otomatis menahan ketawa sampai perut saya sakit, hampir saja keluar ketawa bekakakan dari mulut saya. Saya perhatikan teman teman sekelas..semua konsentrasi mengikuti kuliah sang dosen, tanpa menyadari bahwa sang dosen telah salah mengucapkan "Organisme" menjadi "Orgasme" wahahahahahahahahahahaa
#Kisah 2
Khutbah jum'at berjalan dengan khusuk, Sang Khatib memberikan khutbah tentang manajemen hati dengan bersemangat. Para jamaah terlihat mengikuti dengan menunduk.. kebanyakan mereka mungkin mengantuk dan berdoa khutbah jum'at segera selesai.
Saya sendiri memperhatikan isi khutbah dengan serius. Berharap ada ilmu yang bisa saya amalkan untuk kehidupan ini. Dan materi manajemen hati memang begitu menarik..
Sang khatib meneruskan khutbahnya yang baru berjalan 5 menit "Miturut kitab Ihya' Ulumuddin karanganipun Imam Ghozila..." (menurut kitab Ihya' Ulumuddin karangan Imam Ghozila..)
Hal itu terulang lagi.... Kembali saya menahan tertawa sampai perut saya sakit, dan kembali saya memperhatikan jamaah jum'at di sekeliling saya. Mereka seperti tidak terganggu, atau mungkin juga sedang tertidur lelap, tanpa menyadari bahwa Sang Khatib telat salah mengucap "Ghozali" menjadi "Ghozila".
Ah..lidah memang tak bertulang, begitu mudahnya lidah ini berbicara yang kadang kadang tanpa makna. Padahal sekali lidah berucap, tidak akan bisa ditarik kembali, berbeda dengan posting di blog, sebelum di publish masih bisa kita edit terlebih dahulu.
Hati hatilah dalam berbicara saudaraku...
Langganan:
Postingan (Atom)
